Selasa, 28 Januari 2020
Ini Makananku (part 2)
Alhamdulillah saya masih bisa bertahan di kelas ulat-ulat Bunda Cekatan IIP. Ini sudah memasuki pekan kedua saya sebagai ulat. Membayangkan ulat yang 'krembug-krembug' rasanya geli-geli gimana gitu..hihi. Memang sudah benar jika kelas ini dinamai kelas ulat, karena di sini kami diminta untuk makan yang banyak, seperti ulat yang rakus :D. Tapi kami diminta untuk memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan kami tentunya. Dengan mind map sebagai petanya kami akan masuk di jungle of knowledge dan mulai makan makanan ilmu pengetahuan yang enak dan bergizi. Tapi ada catatannya, kami diminta berhenti makan sebelum kenyang, agar sesuai sunnah mungkin ya..
Di parade potluck kali ini saya mencicipi potluck milik mbak Suri dari regional Bandung tentang belajar Bahasa Jepang. Beliau mengartikan bahasa Jepang dari soundtrack film Chibi Maruko Chan. Berikut link potluck beliau : https://drive.google.com/file/d/15V2q24S1JQgdYXI-hTx4odwJPPwZmVBO/view
Selanjutnya saya juga mencicipi potluck milik mbak Mujayanah dari regional Banyumas Raya tentang manajemen waktu. Beliau membagikan bagaimana beliau menerapkan kandang waktu bagi urusan domestik agar beliau memiliki lebih banyak waktu bermain dengan anak-anak. Berikut adalah link beliau : https://drive.google.com/file/d/1COx7y9cvEYs-e0R0KHJlS5LbhfVhoijx/view
Mungkin cukup dulu makanan saya pekan ini agar tidak kekenyangan. Semoga apa yang saya pelajari bisa saya praktekkan nantinya. Terima kasih untuk teman-teman kelas bunda Cekatan yang telah berbagi. Semoga kita semua terus istiqomah hingga menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik :) aamiin
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelasulatulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
My Potluck
Alhamdulillah saya masih bisa bertahan di kelas ulat-ulat Bunda Cekatan IIP. Ini sudah memasuki pekan kedua saya sebagai ulat. Membayangkan ulat yang 'krembug-krembug' rasanya geli-geli gimana gitu..hihi. Memang sudah benar jika kelas ini dinamai kelas ulat, karena di sini kami diminta untuk makan yang banyak, seperti ulat yang rakus :D. Tapi kami diminta untuk memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan kami tentunya. Dengan mind map sebagai petanya kami akan masuk di jungle of knowledge dan mulai makan makanan ilmu pengetahuan yang enak dan bergizi. Tapi ada catatannya, kami diminta berhenti makan sebelum kenyang, agar sesuai sunnah mungkin ya..
Baik kali ini saya akan berbagi potluck saya yakni belajar bahasa Jepang dalam bentuk voice note. Saya sendiri sebenarnya juga masih belajar, jadi sembari belajar saya akan berbagi. Semoga potluck saya bermanfaat bagi teman-teman ya. Selamat menikmati :)
Baik kali ini saya akan berbagi potluck saya yakni belajar bahasa Jepang dalam bentuk voice note. Saya sendiri sebenarnya juga masih belajar, jadi sembari belajar saya akan berbagi. Semoga potluck saya bermanfaat bagi teman-teman ya. Selamat menikmati :)
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelasulatulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Selasa, 21 Januari 2020
Ini Makananku
Alhamdulillah saya telah lulus kelas telur-telur, dan sekarang telah memasuki kelas ulat-ulat Bunda Cekatan IIP. Di pekan pertama ini saya diminta mengisi 2 panduan dengan tema, Ini Makananku. Jika di jurnal sebelumnya saya membuat uraian berupa tulisan tanpa mengedit panduan e flyer, alias e flyer masih kosongan 🙈. Maka pekan ini saya berusaha mengedit e flyer yang telah disediakan 😊.
Panduan 1.
Tuliskan apa yang anda tahu selama ini, sehingga anda bisa menjadi sumber ilmu bagi teman-teman yang lain.(apa yang anda tahu ini tidak harus yang tertulis di mind map ya).
Selanjutnya tulis juga apa yang ingin anda ketahui, sehingga anda akan menemukan sumber ilmu yang tepat di hutan ini. (Sumber ilmu yg ingin anda ketahui ini, yang sudah tertulis di mind map).
Setelah anda mencicipi setiap makanan yang dihidangkan di hutan ini, tulis pelajaran dan sumber ilmu apa yang anda dapatkan. (Cari makanan yang sudah dibawa teman-teman untuk potluck an di The Jungle of Knowledge kita, dan tulis apa yang anda dapatkan pekan ini).
Panduan 2
Tuliskan dengan detail makanan anda pekan ini. Sumber ilmu apa yang anda dapatkan (tulis judul dan sumbernya dengan jelas ya). Tulis kira-kira apa yang menarik dari sumber ilmu tersebut. Sebutkan alasan kuat mengapa anda memilih sumber ilmu tersebut untuk pekan ini, daaaan apa rekomendasi teman-teman tentang sumber ilmu ini.
Dengan dua panduan ini, kita akan bisa menentukan mana yang harus dimakan dan mana yang harus dilewati saja.
Selamat berpetualang, dan mendapatkan makanan yang cocok untuk diri teman-teman.
Saya membayangkan makanan yang saya nikmati ini berupa ilmu-ilmu yang saya butuhkan. Perumpamaan yang sungguh mengasyikkan :). Terima kasih kepada ibu Septi dan tim IIP yang mengajak kami berproses menjadi kupu-kupu yang cantik. Semoga bisa istiqomah hingga akhir kelas Bunda Cekatan ini, aamiin.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Panduan 1.
Tuliskan apa yang anda tahu selama ini, sehingga anda bisa menjadi sumber ilmu bagi teman-teman yang lain.(apa yang anda tahu ini tidak harus yang tertulis di mind map ya).
Selanjutnya tulis juga apa yang ingin anda ketahui, sehingga anda akan menemukan sumber ilmu yang tepat di hutan ini. (Sumber ilmu yg ingin anda ketahui ini, yang sudah tertulis di mind map).
Setelah anda mencicipi setiap makanan yang dihidangkan di hutan ini, tulis pelajaran dan sumber ilmu apa yang anda dapatkan. (Cari makanan yang sudah dibawa teman-teman untuk potluck an di The Jungle of Knowledge kita, dan tulis apa yang anda dapatkan pekan ini).
Tuliskan dengan detail makanan anda pekan ini. Sumber ilmu apa yang anda dapatkan (tulis judul dan sumbernya dengan jelas ya). Tulis kira-kira apa yang menarik dari sumber ilmu tersebut. Sebutkan alasan kuat mengapa anda memilih sumber ilmu tersebut untuk pekan ini, daaaan apa rekomendasi teman-teman tentang sumber ilmu ini.
Dengan dua panduan ini, kita akan bisa menentukan mana yang harus dimakan dan mana yang harus dilewati saja.
Selamat berpetualang, dan mendapatkan makanan yang cocok untuk diri teman-teman.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Selasa, 14 Januari 2020
The Jungle Of Knowledge
Pekan ke empat kelas Bunda Cekatan ini ternyata cukup menantang. Kami diminta membuat mind map sesuai dengan telur orange yang telah kami buat di pekan sebelumnya.
Saat mendengarkan materi, sebenarnya belum terbayang akan seperti apa punya saya. Namun setelah melihat mind map yang bertebaran di facebook, sayapun memulai corat coret di kertas gambar dengan menggunakan spidol milik anak saya, dan taraa..jadilah mind map ala saya :).
Mind map ini serupa peta yang akan kita jadikan panduan saat berjalan menuju tujuan. Semoga mind map yang saya buat kali ini bisa mengantar saya kepada tujuan yang kami sekeluarga harapkan :).
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Saat mendengarkan materi, sebenarnya belum terbayang akan seperti apa punya saya. Namun setelah melihat mind map yang bertebaran di facebook, sayapun memulai corat coret di kertas gambar dengan menggunakan spidol milik anak saya, dan taraa..jadilah mind map ala saya :).
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Selasa, 07 Januari 2020
Temukan Cara Belajarmu
Tak terasa saya sudah memasuki pekan ketiga di kelas bunda Cekatan IIP ini. Alhamdulillah pekan lalu saya menemukan point-point ketrampilan yang saya perlukan agar saya selalu bahagia dalam menjalankan peran sebagai seorang ibu, istri, sekaligus perempuan. Di antara ketrampilan yang saya perlukan, ada lima ketrampilan yang saya pilih sebagai ketrampilan yang penting dan mendesak atau telur merah.
Telur merah saya atau ketrampilan yang penting dan mendesak :
- Bahasa Jepang
- Memasak
- Mencari rute di Jepang/memahami peta wilayah agar tidak tersesat selama bepergian di sana
- Safety trip untuk anak-anak
- Homeschooling
Tujuan belajar saya:
1. Bahasa Jepang
Agar saat saya tinggal di Jepang, saya tidak kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang-orang Jepang. Apalagi suami saya akan sibuk dengan studynya, maka saya harus bisa mandiri.
2. Memasak
Selama di Jepang saya wajib memasak setiap hari karena sangat jarang ada resto atau warung yang menjual makanan halal disana. Oleh karenanya saya harus belajar memasak menu sehat yang disukai keluarga untuk sehari-hari.
3. Mencari rute di Jepang/memahami peta wilayah agar tidak tersesat selama disana
Selama tinggal di Jepang, saya akan memanfaatkan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat menarik disana. Oleh karenanya saya harus belajar serta memahami rute dan peta wilayah Jepang agar tidak mudah tersesat.
4. Safety trip untuk anak-anak
Karena saya ingin mengunjungi berbagai tempat di Jepang, saya harus belajar tentang safety trip untuk anak-anak baik saat menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.
5. Homeschooling
Saya akan menerapkan homeschooling jika memungkinkan selama kami tinggal di Jepang. Karena itu saya harus banyak belajar tentang homeschooling dan ilmu-ilmu yang diperlukan dalam penerapannya.
Ilmu yang saya perlukan:
1. Bahasa Jepang
- Memahami huruf hiragana dan katakana
- Memahami arti berbagai kata dalam bahasa Jepang
2. Memasak
- Membuat menu sehat dan bervariasi untuk keluarga
- Membuat bento untuk bekal anak sekolah
3. Mencari rute di Jepang
- Memanfaatkan aplikasi pencari rute dan penerjemah bahasa jepang
4. Safety trip
- Memahami peraturan berkendara di Jepang beserta safety tools nya
5. Homeschooling
- Menyusun kurikulum homeschooling
- Manajemen waktu
- Disiplin
Sumber ilmu:
- Google
- Youtube
- Buku parenting, home based education, belajar bahasa Jepang, dll
- Kelas kursus bahasa Jepang
- Aplikasi penerjemah, game belajar bahasa Jepang, aplikasi petunjuk arah, maps, dll
Cara belajar:
Saya masih belum memulai mencari cara belajar yang gue banget untuk saat ini. Selama sekolah saya masih mengandalkan buku karena pada saat itu saya belum bisa mengakses internet dengan baik. Saat ini google dan youtube bisa saya akses kapan saja, maka saya akan memanfaatkannya sebagai salah satu sarana saya untuk belajar.
Dari semua ilmu yang saya butuhkan di atas, saya perlu untuk memilih minimal 1 dan maksimal 5 yang akan saya fokuskan selama 6 bulan ke depan. Maka dari itu, Ilmu yang ingin saya kuasai selama di kelas Bunda Cekatan adalah :
1. Bahasa Jepang
2. Memasak
3. Homeschooling
4. Manajemen waktu
#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Telur merah saya atau ketrampilan yang penting dan mendesak :
- Bahasa Jepang
- Memasak
- Mencari rute di Jepang/memahami peta wilayah agar tidak tersesat selama bepergian di sana
- Safety trip untuk anak-anak
- Homeschooling
Tujuan belajar saya:
1. Bahasa Jepang
Agar saat saya tinggal di Jepang, saya tidak kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang-orang Jepang. Apalagi suami saya akan sibuk dengan studynya, maka saya harus bisa mandiri.
2. Memasak
Selama di Jepang saya wajib memasak setiap hari karena sangat jarang ada resto atau warung yang menjual makanan halal disana. Oleh karenanya saya harus belajar memasak menu sehat yang disukai keluarga untuk sehari-hari.
3. Mencari rute di Jepang/memahami peta wilayah agar tidak tersesat selama disana
Selama tinggal di Jepang, saya akan memanfaatkan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat menarik disana. Oleh karenanya saya harus belajar serta memahami rute dan peta wilayah Jepang agar tidak mudah tersesat.
4. Safety trip untuk anak-anak
Karena saya ingin mengunjungi berbagai tempat di Jepang, saya harus belajar tentang safety trip untuk anak-anak baik saat menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.
5. Homeschooling
Saya akan menerapkan homeschooling jika memungkinkan selama kami tinggal di Jepang. Karena itu saya harus banyak belajar tentang homeschooling dan ilmu-ilmu yang diperlukan dalam penerapannya.
Ilmu yang saya perlukan:
1. Bahasa Jepang
- Memahami huruf hiragana dan katakana
- Memahami arti berbagai kata dalam bahasa Jepang
2. Memasak
- Membuat menu sehat dan bervariasi untuk keluarga
- Membuat bento untuk bekal anak sekolah
3. Mencari rute di Jepang
- Memanfaatkan aplikasi pencari rute dan penerjemah bahasa jepang
4. Safety trip
- Memahami peraturan berkendara di Jepang beserta safety tools nya
5. Homeschooling
- Menyusun kurikulum homeschooling
- Manajemen waktu
- Disiplin
Sumber ilmu:
- Youtube
- Buku parenting, home based education, belajar bahasa Jepang, dll
- Kelas kursus bahasa Jepang
- Aplikasi penerjemah, game belajar bahasa Jepang, aplikasi petunjuk arah, maps, dll
Cara belajar:
Saya masih belum memulai mencari cara belajar yang gue banget untuk saat ini. Selama sekolah saya masih mengandalkan buku karena pada saat itu saya belum bisa mengakses internet dengan baik. Saat ini google dan youtube bisa saya akses kapan saja, maka saya akan memanfaatkannya sebagai salah satu sarana saya untuk belajar.
Dari semua ilmu yang saya butuhkan di atas, saya perlu untuk memilih minimal 1 dan maksimal 5 yang akan saya fokuskan selama 6 bulan ke depan. Maka dari itu, Ilmu yang ingin saya kuasai selama di kelas Bunda Cekatan adalah :
1. Bahasa Jepang
2. Memasak
3. Homeschooling
4. Manajemen waktu
#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Senin, 23 Desember 2019
Temukan Terampilmu
Dalam tugas pertama di kelas bunda cekatan pekan lalu, saya telah membuat kuadran aktivitas sebagai berikut.
1. Bisa dan tidak suka
- memasak
- membersihkan rumah
- setrika
- mencuci piring dan baju
- membaca
- berjualan
2. Bisa dan suka
- berenang
- jalan-jalan bersama keluarga
- membuat handycraft
- menulis
- berpacaran dengan suami
3. Tidak bisa dan suka
- menyupir mobil
- memanah
- bela diri
- bahasa jepang
- travelling keluar negeri
4. Tidak bisa dan tidak suka
- programming
Di tugas kedua ini saya diminta menentukan ketrampilan apa saja yang saya butuhkan untuk mendukung agar aktivitas yang membuat saya bahagia dapat berjalan dengan lancar. Oleh karenanya saya akan mencoba memulai dari 5 aktivitas yang saya bisa dan suka yakni:
- berenang
- jalan-jalan bersama keluarga
- membuat handycraft
- menulis
- berpacaran dengan suami
Saat ini saya sedang LDR dengan suami, padahal berpacaran dengan suami merupakan salah satu aktivitas yang membuat saya bahagia. Karenanya saya ingin segera menyusul suami yang sedang study s3 di Jepang. Untuk saat ini, saya tinggal menunggu visa yang mengijinkan saya menetap saat suami study di Jepang yakni selama 3 tahun. Oleh karenanya belajar bahasa Jepang menjadi salah satu aktivitas penting dan mendesak bagi saya.
Saya juga suka jalan-jalan, terlebih jika saya sudah stay di Jepang nanti. Maka ketrampilan yang harus saya miliki selain bahasa Jepang, saya harus pandai mencari rute agar tidak tersesat dan memastikan perjalanan yang aman untuk saya dan anak-anak yang berusia 7 tahun dan 2 tahun.
Di Jepang, mayoritas masyarakatnya bukanlah pemeluk Islam. Jadi kami tidak bisa sembarangan membeli makanan di luar. Oleh karena itu saya memerlukan ketrampilan memasak. Namun memasak merupakan aktivitas yang saya bisa namun tidak suka. Maka sesuai saran bu Septi, saya akan tetap melakukannya namun dengan durasi yang dibatasi.
Untuk aktivitas berenang, nantinya saya akan mencari info tempat berenang di sekitar tempat tinggal kami. Berhubung tidak hanya saya, tapi anak pertama saya juga suka berenang, maka saya akan memasukkannya dalam kuadran penting namun tidak mendesak.
Sedangkan aktivitas membuat handycraft, lagi-lagi anak sulung saya juga hobi melakukannya. Maka saya akan mencari toko di sekitar tempat tinggal kami yang menyediakan alat-alat kerajinan, dan jika memungkinkan kami akan mencari info kursus kerajinan yang kabarnya juga banyak di Jepang.
Yang terakhir, yakni aktivitas menulis, tentunya saya wajib membaca. Namun sayangnya saya tidak suka melakukannya. Lagi-lagi saya akan mencoba saran bu Septi, yakni tetap melakukannya walaupun dalam durasi yang terbatas. Hal ini menjadi penting karena saya ingin sekali menelurkan karya yang bermanfaat berupa tulisan. Maka ketrampilan yang mendukung minat saya ini menjadi penting walaupun tidak mendesak. Selain ketrampilan membaca ada banyak ilmu kepenulisan yang perlu saya pelajari. Oleh karenanya saya mengikuti komunitas One Day One Post (ODOP) dan mulai bergabung di fb grup kelas menulis online (KMO).
Sebagai tambahan, kedua anak saya akan ikut menyusul abinya ke Jepang. Sebenarnya kami belum memutuskan sekolah untuk anak sulung kami. Namun kami sempat mempertimbangkan untuk memulai homeschooling untuk Hafidza yang saat ini berusia 7 tahun. Alasannya kami khawatir dia kaget jika masuk di sekolah Jepang karena perbedaan bahasa dan budaya. Selain itu kami memiliki banyak hal yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak sedari dini, terutama masalah akidah, yang kami ragu akan mereka dapatkan di sekolah Jepang. Oleh karena itu ilmu homeschooling menjadi kebutuhan yang penting dan mendesak bagi saya.
Saya akan mencoba memasukkan ketrampilan-ketrampilan tersebut dalam kuadran:
1. Penting dan tidak mendesak
- Membaca
- Ilmu kepenulisan
- Renang
- Membuat handycraft
2. Penting dan mendesak
- Bahasa Jepang
- Memasak
- Mencari rute di Jepang/memahami peta wilayah agar tidak tersesat selama bepergian di sana
- Safety trip untuk anak-anak
- Homeschooling
3. Tidak penting dan mendesak
- membersihkan rumah
- setrika
4. Tidak penting dan tidak mendesak
- berjualan
- programming
Saya memasukkan ketrampilan beberes rumah menjadi ketrampilan yang tidak penting namun mendesak karena sebenarnya saya tidak menyukai kegiatan tersebut namun mendesak untuk dilakukan agar rumah menjadi nyaman. Sedangkan berjualan saya masukkan dalam ketrampilan yang tidak penting dan tidak mendesak untuk saat ini karena saya masih ingin fokus terhadap kebutuhan suami dan anak-anak saya sebagai kewajiban utama saya. Semoga dengan berfokus terhadap ketrampilan yang fokus dan mendesak, maka saya bisa senantiasa bahagia dalam membersamai keluarga.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
1. Bisa dan tidak suka
- memasak
- membersihkan rumah
- setrika
- mencuci piring dan baju
- membaca
- berjualan
2. Bisa dan suka
- berenang
- jalan-jalan bersama keluarga
- membuat handycraft
- menulis
- berpacaran dengan suami
3. Tidak bisa dan suka
- menyupir mobil
- memanah
- bela diri
- bahasa jepang
- travelling keluar negeri
4. Tidak bisa dan tidak suka
- programming
Di tugas kedua ini saya diminta menentukan ketrampilan apa saja yang saya butuhkan untuk mendukung agar aktivitas yang membuat saya bahagia dapat berjalan dengan lancar. Oleh karenanya saya akan mencoba memulai dari 5 aktivitas yang saya bisa dan suka yakni:
- berenang
- jalan-jalan bersama keluarga
- membuat handycraft
- menulis
- berpacaran dengan suami
Saat ini saya sedang LDR dengan suami, padahal berpacaran dengan suami merupakan salah satu aktivitas yang membuat saya bahagia. Karenanya saya ingin segera menyusul suami yang sedang study s3 di Jepang. Untuk saat ini, saya tinggal menunggu visa yang mengijinkan saya menetap saat suami study di Jepang yakni selama 3 tahun. Oleh karenanya belajar bahasa Jepang menjadi salah satu aktivitas penting dan mendesak bagi saya.
Saya juga suka jalan-jalan, terlebih jika saya sudah stay di Jepang nanti. Maka ketrampilan yang harus saya miliki selain bahasa Jepang, saya harus pandai mencari rute agar tidak tersesat dan memastikan perjalanan yang aman untuk saya dan anak-anak yang berusia 7 tahun dan 2 tahun.
Di Jepang, mayoritas masyarakatnya bukanlah pemeluk Islam. Jadi kami tidak bisa sembarangan membeli makanan di luar. Oleh karena itu saya memerlukan ketrampilan memasak. Namun memasak merupakan aktivitas yang saya bisa namun tidak suka. Maka sesuai saran bu Septi, saya akan tetap melakukannya namun dengan durasi yang dibatasi.
Untuk aktivitas berenang, nantinya saya akan mencari info tempat berenang di sekitar tempat tinggal kami. Berhubung tidak hanya saya, tapi anak pertama saya juga suka berenang, maka saya akan memasukkannya dalam kuadran penting namun tidak mendesak.
Sedangkan aktivitas membuat handycraft, lagi-lagi anak sulung saya juga hobi melakukannya. Maka saya akan mencari toko di sekitar tempat tinggal kami yang menyediakan alat-alat kerajinan, dan jika memungkinkan kami akan mencari info kursus kerajinan yang kabarnya juga banyak di Jepang.
Yang terakhir, yakni aktivitas menulis, tentunya saya wajib membaca. Namun sayangnya saya tidak suka melakukannya. Lagi-lagi saya akan mencoba saran bu Septi, yakni tetap melakukannya walaupun dalam durasi yang terbatas. Hal ini menjadi penting karena saya ingin sekali menelurkan karya yang bermanfaat berupa tulisan. Maka ketrampilan yang mendukung minat saya ini menjadi penting walaupun tidak mendesak. Selain ketrampilan membaca ada banyak ilmu kepenulisan yang perlu saya pelajari. Oleh karenanya saya mengikuti komunitas One Day One Post (ODOP) dan mulai bergabung di fb grup kelas menulis online (KMO).
Sebagai tambahan, kedua anak saya akan ikut menyusul abinya ke Jepang. Sebenarnya kami belum memutuskan sekolah untuk anak sulung kami. Namun kami sempat mempertimbangkan untuk memulai homeschooling untuk Hafidza yang saat ini berusia 7 tahun. Alasannya kami khawatir dia kaget jika masuk di sekolah Jepang karena perbedaan bahasa dan budaya. Selain itu kami memiliki banyak hal yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak sedari dini, terutama masalah akidah, yang kami ragu akan mereka dapatkan di sekolah Jepang. Oleh karena itu ilmu homeschooling menjadi kebutuhan yang penting dan mendesak bagi saya.
Saya akan mencoba memasukkan ketrampilan-ketrampilan tersebut dalam kuadran:
1. Penting dan tidak mendesak
- Membaca
- Ilmu kepenulisan
- Renang
- Membuat handycraft
2. Penting dan mendesak
- Bahasa Jepang
- Memasak
- Mencari rute di Jepang/memahami peta wilayah agar tidak tersesat selama bepergian di sana
- Safety trip untuk anak-anak
- Homeschooling
3. Tidak penting dan mendesak
- membersihkan rumah
- setrika
4. Tidak penting dan tidak mendesak
- berjualan
- programming
Saya memasukkan ketrampilan beberes rumah menjadi ketrampilan yang tidak penting namun mendesak karena sebenarnya saya tidak menyukai kegiatan tersebut namun mendesak untuk dilakukan agar rumah menjadi nyaman. Sedangkan berjualan saya masukkan dalam ketrampilan yang tidak penting dan tidak mendesak untuk saat ini karena saya masih ingin fokus terhadap kebutuhan suami dan anak-anak saya sebagai kewajiban utama saya. Semoga dengan berfokus terhadap ketrampilan yang fokus dan mendesak, maka saya bisa senantiasa bahagia dalam membersamai keluarga.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Minggu, 15 Desember 2019
Wanita Berhak Bahagia
Saya ikut sedih ketika membaca berita tentang wanita atau ibu yang menyakiti atau bahkan membunuh buah hatinya, dan kemudian bunuh diri. Seputus asa itukah mereka sehingga tega membunuh darah dagingnya sendiri, amanah Allah yang dititipkan dalam rahim mereka. Jika ada yang berkomentar, mereka kurang iman, saya kira tidak sepenuhnya itu benar. Ada aspek kesehatan mental yang banyak orang telah menjelaskan, terutama bagi ibu pasca melahirkan, dia rawan terkena post partum syndrome. Orang di sekitar ibu memegang peranan penting, terutama suami, terhadap kesehatan mental ibu ini. Ibu yang nekat mengakhiri hidupnya dan sang buah hati, di beberapa kasus dikarenakan suami yang meninggalkannya. Di lain kisah ada juga yang stress karena mertua yang selalu berkomentar si ibu tidak becus mengurus anak karena anaknya kurus, akhirnya sang ibu menggelonggong anak dengan air agar anak terlihat gemuk, malangnya justru tindakannya itu merenggut nyawa sang anak.
Sedih, sungguh sedih, dan saya tidak berharap hal ini terjadi pada ibu-ibu yang lainnya. Ibu berhak bahagia, seberat apapun cobaan yang menerpanya, ibu harus bahagia. Dan di tugas pertama kelas Bunda Cekatan ini, bu Septi mengangkat tema tersebut. Kami diminta melist semua aktivitas kami sebagai wanita, ibu, dan istri. Lantas membaginya menjadi empat kuadran, yakni:
1. Bisa dan tidak suka
2. Bisa dan suka
3. Tidak bisa dan suka
4. Tidak bisa dan tidak suka
Berdasar kuadran tersebut saya akan memasukkan aktivitas saya, sebagai berikut :
1. Bisa dan tidak suka
- memasak
- membersihkan rumah
- setrika
- mencuci piring dan baju
- membaca
- berjualan
2. Bisa dan suka
- berenang
- jalan-jalan bersama keluarga
- membuat handycraft
- menulis
- berpacaran dengan suami
3. Tidak bisa dan suka
- menyupir mobil
- memanah
- bela diri
- bahasa jepang
- travelling keluar negeri
4. Tidak bisa dan tidak suka
- programming
Saat sharing materi pertama ini, bu Septi menceritakan bahwa hal yang beliau bisa dan suka adalah main bersama anak-anak. Maka bu Septi menjadikan kegiatan ini sebagai patokan, jangan sampai kegiatan lain mengganggu kegiatan mainnya bersama anak-anak. Maka mulailah beliau menetapkan range waktu seven to seven, dimana kegiatan yang harus beliau lakukan namun tidak disuka harus selesai sebelum pukul tujuh pagi atau setelah pukul tujuh malam. Dengan menjalankan kegiatan yang beliau suka maka beliau selalu bahagia, dan ibu yang bahagia akan menularkan kebahagiaan kepada anak dan suaminya. Ada sebuah kalimat mutiara, anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna, namun mereka membutuhkan ibu yang bahagia. Saya sangat sependapat dengan kalimat mutiara tersebut.
Saya berharap setiap ibu menyadari hal ini, bahwa dia berhak bahagia. Dengan menemukan apa yang membuatnya bahagia kemudian menjadikannya sebagai aktivitas sehari-hari. Terima kasih kepada bu Septi, atas sharingnya. Ilmu menjadi wanita, ibu, dan istri memang tidak diajarkan di sekolah, namun sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan. Institut Ibu Professional yang beliau dirikan ini benar-benar telah menolong para wanita, ibu, dan istri untuk menemukan jati dirinya dan menjalankan perannya dengan sebaik mungkin. Bismillah, semoga saya mampu menggali ilmu di komunitas ini dan istiqomah menerapkannya dalam kehidupan saya. Dan tentunya, jangan lupa bahagia :).
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Sedih, sungguh sedih, dan saya tidak berharap hal ini terjadi pada ibu-ibu yang lainnya. Ibu berhak bahagia, seberat apapun cobaan yang menerpanya, ibu harus bahagia. Dan di tugas pertama kelas Bunda Cekatan ini, bu Septi mengangkat tema tersebut. Kami diminta melist semua aktivitas kami sebagai wanita, ibu, dan istri. Lantas membaginya menjadi empat kuadran, yakni:
1. Bisa dan tidak suka
2. Bisa dan suka
3. Tidak bisa dan suka
4. Tidak bisa dan tidak suka
Berdasar kuadran tersebut saya akan memasukkan aktivitas saya, sebagai berikut :
1. Bisa dan tidak suka
- memasak
- membersihkan rumah
- setrika
- mencuci piring dan baju
- membaca
- berjualan
2. Bisa dan suka
- berenang
- jalan-jalan bersama keluarga
- membuat handycraft
- menulis
- berpacaran dengan suami
3. Tidak bisa dan suka
- menyupir mobil
- memanah
- bela diri
- bahasa jepang
- travelling keluar negeri
4. Tidak bisa dan tidak suka
- programming
Saat sharing materi pertama ini, bu Septi menceritakan bahwa hal yang beliau bisa dan suka adalah main bersama anak-anak. Maka bu Septi menjadikan kegiatan ini sebagai patokan, jangan sampai kegiatan lain mengganggu kegiatan mainnya bersama anak-anak. Maka mulailah beliau menetapkan range waktu seven to seven, dimana kegiatan yang harus beliau lakukan namun tidak disuka harus selesai sebelum pukul tujuh pagi atau setelah pukul tujuh malam. Dengan menjalankan kegiatan yang beliau suka maka beliau selalu bahagia, dan ibu yang bahagia akan menularkan kebahagiaan kepada anak dan suaminya. Ada sebuah kalimat mutiara, anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna, namun mereka membutuhkan ibu yang bahagia. Saya sangat sependapat dengan kalimat mutiara tersebut.
Saya berharap setiap ibu menyadari hal ini, bahwa dia berhak bahagia. Dengan menemukan apa yang membuatnya bahagia kemudian menjadikannya sebagai aktivitas sehari-hari. Terima kasih kepada bu Septi, atas sharingnya. Ilmu menjadi wanita, ibu, dan istri memang tidak diajarkan di sekolah, namun sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan. Institut Ibu Professional yang beliau dirikan ini benar-benar telah menolong para wanita, ibu, dan istri untuk menemukan jati dirinya dan menjalankan perannya dengan sebaik mungkin. Bismillah, semoga saya mampu menggali ilmu di komunitas ini dan istiqomah menerapkannya dalam kehidupan saya. Dan tentunya, jangan lupa bahagia :).
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Langganan:
Postingan (Atom)













