Rabu, 07 Februari 2018

Game 12 - Keluarga Multimedia (Hari 2)

Review Aplikasi Web Blogger

Kelas: Bunda Sayang
Materi: Keluarga Multimedia
Durasi: 3 Februari 2018 - 19 Februari 2018


Kurang lebih 2 bulan lalu saya sedang membaca timeline Facebook saya. Waktu itu ada yang men-share informasi pendaftaran One Day One Post (ODOP) Batch 5, sebuah komunitas para penulis yang mengajak untuk konsisten membuat tulisan setiap hari. Sayapun mencoba mendaftar mengikuti petunjuk langkah-langkah pendaftaran. Setelah beberapa waktu kemudian peserta yang berhasil lolos diumumkan di aplikasi Instagram dan alhamdulillah saya termasuk di dalamnya. Sudah lama saya ingin menjadi penulis, tapi karena kesibukan sebagai pelajar, mahasiswa,hingga menjadi ibu rumah tangga membuat saya belum juga menekuni salah satu minat saya ini. Begitu mengikuti komunitas ODOP ini saya seakan menemukan sesuatu yang saya cari selama ini. Kami diberi penugasan menulis satu postingan setiap hari, blog walking, serta mengikuti bedah tulisan dan materi yang dijadwalkan secara bergantian. Harapan saya dengan konsisten menjalankan penugasan dan terus belajar akan menjadi jalan bagi saya untuk mewujudkan impian menjadi seorang penulis.

Salah satu materi ketika Pra ODOP adalah materi tentang blog, kami diwajibkan menulis di blog bukannya di sosial media. Ada beberapa alasan kenapa kami diminta menulis di blog, pertama karena tulisan-tulisan di blog lebih mudah dicari lagi saat kita membutuhkan, sedangkan di sosial media tulisan kita akan tertutup dengan status-status. Yang kedua kami dianjurkan untuk memilih blogspot atau wordpress, dan dari keduanya blogspot lebih mudah digunakan dan performanya tidak kalah dibandingkan dengan blog-blog berbayar. Maka saya mulai membuka kembali akun blogspot saya, saya sampai lupa kapan terakhir saya membuat tulisan di blog ini. Setelah berhasil login dan masuk ke akun yang bahkan saya lupa nama dan keyword nya, saya baru tahu bahwa blog itu saya buat 7 tahun yang lalu, haha.

Jika kawan-kawan ingin membuat akun blog di blogspot juga, caranya sangat mudah. Pertama buka alamat blogger.com, maka akan muncul tampilan seperti ini:


Di tampilan awal klik tombol create your blog, lalu kita diminta login ke akun google kita, setelah kita login akan muncul tampilan buat blog baru seperti ini:


Setelah mengisi nama blog kita dan memilih template, klik tombol buat blog! Setelah itu blog kita siap kita gunakan. Untuk membuat postingan baru, mengatur template dan berbagai macam pengaturan blog yang kita perlukan, terdapat halaman menu yang akan memudahkan kita seperti tampilan berikut ini:


Nah mudah bukan cara membuat dan menggunakan blog? Sekarang kita siap menuliskan segala uneg-uneg kita dan berlatih menjadi penulis. Welcome dunia literasi!

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia
#Onedayonepost #ODOPbatch5

Selasa, 06 Februari 2018

Game 12 - Keluarga Multimedia (Hari 1)

Review aplikasi Resep Herba HNI-HPAI
Kelas: Bunda Sayang
Materi: Keluarga Multimedia
Durasi: 3 Februari 2018 - 19 Februari 2018

Hari ini saya ingin me-review aplikasi Resep Herba HNI-HPAI, sebuah aplikasi support system HPAI. HNI-HPAI merupakan perusahaan Halal Network di Indonesia yang mengeluarkan produk-produk herbal halal dan berkualitas yang terjaga alamiah, ilmiah dan ilahiahnya. HNI-HPAI adalah era baru kejayaan bisnis Network Marketing Muslim. Perusahaan ini memanfaatkan teknologi terkini untuk menciptakan layanan yang cepat, akurat dan memuaskan. HNI-HPAI sudah memiliki layanan online dan offline yang cukup powerfull.


Saya ingin bercerita tentang Hafidza anak sulung saya dan produk HPAI. Tanggal 11 januari yang lalu kami mengantar Hafidza pergi studytour ke Bhakti Alam Pasuruan. Tempat yang kami tuju sangat luas, di sana anak-anak KB-TKIT Al Uswah diajak outbond dan lebih dekat dengan alam bersama pemandu serta para guru. Pertama kegiatannya adalah senam dan games bersama orang tua, lantas outbond dan bermain flying fox. Setelah itu anak-anak diajak belajar menanam padi lalu melihat peternakan sapi, mereka juga diajak praktek memerah susu sapi. Selanjutnya para orang tua diantar untuk berbelanja produk olahan susu sapi, lalu belanja oleh-oleh khas Bhakti Alam, dan kegiatan terakhir adalah berenang.


Acara di Bhakti Alam berlangsung seharian dan sore harinya kami langsung pulang. Keesokan harinya Fidza libur, dan sehari setelahnya pada tanggal 13 Januari kami berangkat pagi-pagi untuk mengikuti family gathering yang diadakan kantor abinya, Teknik Komputer PENS. Pukul 6 pagi kami berangkat membawa mobil neneknya Fidza. Kami sekeluarga ditambah neneknya Fidza berangkat menuju Batu, Malang. Tempat yang kami tuju pertama kali adalah daerah wisata Cuban Talun. Setelah melewati kemacetan di kota Malang kami sampai ke lokasi sekitar pukul 11.30. Di sana kami makan lalu mengikuti acara foto bersama dan games bersama dosen dan karyawan Teknik Komputer PENS beserta keluarganya.


Setelah acara di Cuban Talun selesai, kami menuju ke hotel Seulawah. Kami mendapat kamar di lantai 2, sayang sekali di hotel ini tak ada lift jadi harus membawa barang menaiki dan menuruni tangga. Walaupun demikian hotel ini cukup nyaman, disertai dengan view pemandangan yang sangat indah yakni bukit dan pegunungan khas Batu. Di sana juga ada kolam renang yang membuat Fidza senang, sayang airnya sangat dingin layaknya air es sehingga Fidza tidak mau berlama-lama berenang dan memilih untuk segera mandi air hangat. Malam harinya ada acara games keluarga dan ramah tamah sekaligus makan malam.

Tanggal 14 Januari pagi kami sarapan sambil menikmati pemandangan indah bukit dan pegunungan. Setelah sarapan kami bersiap-siap lantas check out dari hotel. Acara selanjutnya yakni berbelanja di pasar Songgoriti, kami membeli buah, jajanan, dan beberapa peralatan dapur di sana. Lalu kami mampir di alun-alun kota Batu untuk membeli susu KUD Batu yang asli dan enak rasanya. Acara terakhir dilaksanakan di rumah makan Warung Wareg untuk makan siang bersama. Selesai makan dan berpamitan kami pun pulang ke Surabaya.

Setelah acara selama tiga hari berturut-turut, Senin pagi Hafidza bersekolah. Sore harinya badannya mulai panas hingga malamnya masih panas, saya segera memberikan paracetamol kepada Fidza. Keesokan harinya Fidza tidak masuk, pagi hingga siang hari Fidza terlihat baikan namun mulai sore dia panas lagi. Ibu mertua saya pun berkomentar, "Fidza ini panasnya kok malam aja ya". Saya pun bertanya, "berarti itu sakit apa bu?". Lantas beliau menjawab, "kalau panasnya malam saja biasanya merupakan gejala typus". Saya pun gelisah, dan saya terpikir untuk membelikan Hafidza produk HNI-HPAI sebagai langkah awal agar sakitnya tidak semakin parah.



Rabu siang saya sempatkan keluar, bayi Hanna saya titipkan mertua. Saya menuju rumah kawan saya yang merupakan stokist produk HNI-HPAI, bu Nur Annisa. Sesampainya di sana saya dilayani oleh karyawan yang dipekerjakan bu Iin, demikian beliau dipanggil. Saya konsultasikan herba apa yang cocok untuk gejala typus, lantas karyawan bu Iin membuka aplikasi Resep Herba HNI-HPAI. Setelah di search berdasar keyword penyakit yang diderita, muncullah resep yang dibutuhkan.


 

Setelah masuk ke aplikasi akan muncul beberapa pilihan menu, pilih menu Resep Herba. Lantas akan muncul jendela untuk pencarian resep sesuai penyakit yang diderita. Setelah keyword penyakit dimasukkan akan muncul resep yang dibutuhkan. Saat itu resepnya adalah magafit, madu multiflora, sari kurma, dan spirulina. Madu yang Fidza suka hanya Extra Food karena rasanya seperti buah strawberry. Extra Food adalah madu yang mengandung banyak bahan bermanfaat dan salah satu di antaranya adalah sari kurma, oleh karena itu saya membelinya untuk mewakili resep madu multiflora dan sari kurma. Lalu saya membeli juga magafit, dan resep terakhir spirulina kebetulan kosong sehingga saya tidak membelinya.


Extra food dan magafit saya minumkan secara teratur 3 kali sehari sebelum makan. Hari ketiga sampai kelima Fidza masih panas tiap malam, kata ibu mertua jika keesokan harinya masih panas maka kami akan cek lab. Hari keenam Fidza sudah terlihat semakin sehat dan malam harinya sudah tidak panas. Hari-hari selanjutnya Fidza juga semakin bugar dan tidak panas lagi. Alhamdulillah, saya tidak jadi mengantar anak saya cek lab. Saya sudah khawatir jika Fidza benar-benar typus dia harus dirawat di rumah sakit, seperti anak khadimat yang juga terkena typus dan harus dirawat lebih dari seminggu. Berkat herba HNI-HPAI dan ijin Allah SWT anak saya kembali sehat tanpa harus dirawat di RS.



#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia
#TantanganODOP3 #Onedayonepost #ODOPbatch5

Senin, 05 Februari 2018

Ku Yakin Kemenangan itu Kan Datang

Kita semua telah tau, bahwa yang menjadikan kemenangan itu terebut dari tangan kita adalah karena jauhnya kita dari Al Qur'an. Sudah sering kita sampaikan hal ini pada adik-adik mente kita, bahkan mungkin sudah berulang kali kita ajak mereka untuk mendekatkan diri kepada Kalamullah. Sekarang pertanyaannya adalah, sudahkah kita berusaha berdekat-dekat dengan kitabNya? membaca, menghafal, memahami, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita?

Ah, biarlah jawabannya menjadi pelecut diri kita, agar embel-embel da'i yang telah terlanjur tersemat di pundak kita ini tidak malah menjadikan boomerang atas kebebalan diri kita terhadap peringatan-peringatan. "Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."(QS. As Shaff 2-3)

Saya jadi teringat cerita ustadz saya di Griya Qur'an, tentang bagaimana bliau berusaha agar selama bliau kuliah di IAIN bisa khatam menghafal 30 juz. Pada awalnya keinginan bliau tersebut belum bisa terwujud, baru 15 juz yang bisa bliau hafalkan ketika lulus kuliah. Kegiatan menghafalnya juga sempat terhambat dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan ketika bliau mengajar di Al-Hikmah. Namun hal itu membuat bliau tersadar, bahwa harus ada yang dikorbankan untuk meraih impiannya. Akhirnya bliau memutuskan untuk fokus menghafal di Ma'had Umar Bin Khatab dan alhamdulillah ketika saat ini umur bliau mencapai 27 tahun, hafalannya tinggal setengah juz 29, maka insyaAllah tak lama lagi bliau bisa menjadi hafidz 30 juz, Allahu Akbar!

Masih ada di sekitar kita, orang-orang yang terpilih menjadi golongan hafidzil Qur'an yang dimuliakan Allah SWT. Serta orang-orang yang senantiasa berusaha mendekatkan dirinya kepada Kalamullah, semoga kita termasuk di dalamnya. Semakin besarlah keyakinan diri ini akan datangnya kemenangan yang Allah janjikan.  Semoga masa ini segera datang, sehingga Islam dengan rahmatan lil a'lamin-nya kembali membawa kesejahteraan bagi semesta. Ketika tiba saatnya generasi yang kelak memimpin bumi dengan Al Qur'an, dengan tongkat ilmu, menegakkan keadilan dan kesejahteraan dengan rasa takut kepadaNya.
(Judul dan sebait kalimat penutup ini saya kutip dari tulisan Neno Warisman di kolom harmoni majalah Al-Falah edisi 271)

Note : Draft ini sudah tersimpan sejak 7 tahun yang lalu dan baru saya buka ketika mulai aktif lagi di blogger ini, semoga menjadi pengingat bagi kita, terutama diri saya.

#Onedayonepost #ODOPbatch5

Minggu, 04 Februari 2018

Ketika Bayi Hanna Rewel





Menjelang tengah malam bayi Hanna menangis keras. Aduuh mulai lagi deh, kalau sudah rewel begini pasti susah didiemin. Dinenenin nggak mau, digendong masih saja nangis, kadang emak butuh penerjemah bahasa bayi kalo sudah rewel begini. Tapi nggak mungkin juga itu bayi dibiarin nangis kan, ya sudah emak pasrah. Walaupun mata sudah lima watt emak tetap nenenin si bayi, kalau saja dinenenin malah berontak, emak gendong sambil diayun-ayun biar ngantuk. Jika ternyata semua usaha sia-sia, emak pun angkat bendera putih, dipanggilnya si bapak. Bapak diminta gantian gendong bayi sampai diam. Saat si emak pengen istirahat sebentar, belum lima menit bapak sudah balik. Ealahh, ujung-ujungnya si bayi dibalikin ke emak lagi. Antara pengen nangis, emak coba lagi deh nyusuin si bayi. Kadang si bayi mau tidur karena mungkin sudah capek nangis. Kadang masih dilanjutkan sesi rewelnya, yasudah si bayi dioper ke bapak lagi, eh emangnya main bola dioper-oper.

Kalau masa bayi masih apa-apa tergantung emak bapak, memang capek nggak ketulungan. Tapi pengalaman anak sulung, tanpa terasa masa itu akan berlalu begitu saja. Tanpa sadar mereka sudah mulai berjalan, lantas berlari kesana kemari. Lalu mereka sudah lepas ASI, lalu mereka mulai bisa melakukan banyak hal secara mandiri. Memasuki usia sekolah ada berjam-jam di saat kita tidak bisa mengawasi sang buah hati, dan seterusnya hingga mereka dewasa lalu menjalani kehidupannya sendiri. Pada akhirnya orang tua hanya bisa merindukan masa ketika mereka masih bayi.

Mengingat hal ini perlahan emak berucap, "Astaghfirullah." Emak sadar harusnya dia bersyukur dikaruniai Allah amanah bayi. Banyak sekali pasangan yang hingga bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati namun tak kunjung diamanahi. Emak pun tersenyum, dilihatnya lagi bayi yang tertidur di sampingnya. Alhamdulillah, terima kasih Allah atas karunia ini. Ampuni hamba karena masih sering mengeluh, semoga Kau karuniakan kesabaran kepada kami mendampingi anak-anak kami. Semoga kami mampu menjaga dan mendidik mereka menjadi insan sholeh-sholeha dan berguna bagi pertiwi, aamiin.

#Onedayonepost #ODOPbatch5

Sabtu, 03 Februari 2018

Simbah

Kerutan di wajahnya menjadi penanda senja usia
Lemah tubuhnya berjalan  menggunakan tongkat
Murah senyumnya cermin kesabaran

Dalam petuahnya diwarnai kebijaksanaan
Halus tuturnya menentramkan yang mendengarkan
Taat ibadahnya menghamba kepada Sang Kuasa

Simbah, hari ini kau tinggalkan kami
Terkenang segala kebaikan yang telah engkau torehkan
Sabarmu, tawakkalmu, tutur lembutmu, sungguh membekas dalam kalbu
Semoga Allah karuniakan khusnul khatimah
Semoga Allah terima segala amal
Semoga Allah pertemukan kita kelak di surgaNya..
Aamiin..

Jumat, 02 Februari 2018

Cita-cita Hafidza


Jika ditanya perkara cita-cita, macam-macam jawaban Hafidza. Ada kalanya dia ingin menjadi dokter hamil, maksudnya dokter spesialis kandungan. Cita-cita ini dilatar belakangi kehamilan saya, dia beberapa kali ikut kami saat periksa kehamilan secara rutin ke dokter spog. Tak jarang Hafidza bermain peran dengan bonekanya, ada boneka yang berperan menjadi dokter, ada yang berperan menjadi pasien sedang hamil. Lalu adegannya ketika pasien tersebut periksa lantas melahirkan anak, saya tertawa saja melihatnya.

Pernah juga Hafidza mengatakan bahwa dia ingin berjualan es krim, ini dilatar belakangi kesukaannya pada es krim. Saya tertawa lalu saya tambahkan, "Boleh, nanti sekalian punya pabrik es krim ya, punya peternakannya juga," Fidza ikut tertawa. Kebetulan bulan lalu kami mengantar Fidza study tour di Bhakti Alam, sebuah kawasan wisata di Pasuruan. Di sana Fidza mengikuti banyak kegiatan, mulai dari senam bersama, naik flying fox, belajar menanam padi, memerah susu sapi, serta berenang. Kami juga diantar ke beberapa gerai yang menjual produk olahan susu sapi, oleh-oleh khas Bhakti Alam, serta pasar buah. Jika suatu saat kami memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan seperti di Bhakti Alam pasti menyenangkan, nah kalo ini giliran emaknya yang berimajinasi, hehe.

Pernah juga Fidza mengatakan, "Aku ingin menjadi polisi." Sepertinya ini dikarenakan dia habis menonton kartun di youtube yang bercerita tentang polisi kecil. Di tayangan itu para polisi kecil sedang mengejar dan menangkap pencuri mainan anak-anak sambil menyanyikan lagu "We are the police". Sayapun tertawa, "Iyaa, nanti kamu jadi polisi wanita ya."

Begitulah Hafidza dan segudang cita-citanya. Saya dan suami sebagai orang tua akan berusaha semaksimal mungkin mengantar untuk menggapai cita-citanya. Hal terpenting di atas itu semua tentu saja iman dan akhlaknya. Semoga kelak Hafidza menjadi wanita sholehah yang mampu memberikan peran peradabannya dengan akhlak termulianya, aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

#Onedayonepost #ODOPbatch5

Kamis, 01 Februari 2018

Aku dan Maduku (part 2)


Setahun sudah aku jalani setelah akta cerai kutanda tangani bersama suami. Kini aku menjalani hari-hari bersama anak-anakku tercinta. Aku memilih tidak menyekolahkan mereka, sebagai gantinya kuterapkan homeschooling untuk pendidikannya. Aku tak mau mereka merasakan trauma karena perpisahan orang tuanya, sehingga aku ingin selalu berada di samping mereka bermain sambil belajar mengasah minat dan bakatnya.

Sebagai pemasukan, aku bekerja sebagai penulis, sudah beberapa buku aku terbitkan. Pekerjaan ini kupilih karena aku bisa mengerjakannya sambil mendampingi anak-anakku belajar. Mantan suamiku masih mengirimkan uang untuk anak-anak. Selain itu aku juga berjualan online, alhamdulillah untuk masalah uang kami tak pernah kekurangan.

Rosullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (HR. Al-Tirmidzi). 

Beberapa waktu yang lalu ada cerita wanita yang membunuh ketiga anaknya kemudian diapun mencoba bunuh diri. Namun percobaan bunuh diri itu gagal, dan akhirnya kini dia mendekam dalam jeruji besi. Diduga dia mengalami syndrom babyblues, sangat disayangkan. Salah satu yang melatar belakangi kisah tersebut yakni bahwa dia adalah istri kedua yang dinikahi siri, dan suaminya jarang memberikan perhatian, lagi-lagi aku ikut prihatin. Aku hanya bisa mengambil pelajaran dari hadits dan kisah di atas, bahwa kita tak boleh menggantungkan diri kita kepada manusia, hanya Allah tempat kita berharap dan kepadaNya-lah cinta terbesar kita layak dilabuhkan.

Hari ini hari Sabtu, seperti biasa anak-anak kusiapkan untuk kuantar kerumah papanya. Sesampainya di sana kami disambut dan anak-anak langsung bermain bersama papanya melampiaskan rasa rindu mereka. Aku di ruang tamu mengobrol bersama Nesya, "Hari Senin sampai Rabu aku mau ada seminar penulisan di Jakarta, tolong aku titip anak-anak ya", ujarku padanya. "Iya, papanya pasti seneng", jawab Nesya. Setelah mengobrol beberapa lama, akupun berpamitan, tak lupa aku berpesan pada anak-anak agar patuh selama kutinggal. Mantan suamiku ikut mengantarku sampai pintu depan, akupun beranjak pulang.

Hari Kamis pagi kujemput anak-anak, mereka menyambutku dengan ceria. "Mama, hari ini kita mau kemana?", ujar mereka. "Enaknya kemana ya? Pekan kemarin kita kan mau belajar cara bikin es krim, jadi kita belanja bahannya lalu kita bikin di rumah yuk", ujarku sambil tersenyum. Nesya ikut tersenyum, dia mengantar kami sampai gerbang, papanya anak-anak sudah berangkat ke kantornya. Begitulah hari-hariku bersama anak-anak, terkadang kami belajar sambil jalan-jalan, membaca buku, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Tak jarang aku beri anak-anak penugasan, lantas aku tunggu mereka sambil kukerjakan deadline tulisan.

Hari ini aku sibuk di depan laptopku, anak-anak sedang sibuk menggambar. Kali ini aku tidak sedang mengerjakan cerpen ataupun konten tulisan untuk media cetak tempatku bekerja. Aku sedang membuat proposal nikah untuk kusetorkan kepada guru ngaji pekanan. Ya, aku siap menyambut lembar baru perjalanan hidupku, jika kurelakan suamiku untuk bahagia, maka akupun berhak bahagia bukan demikian? Perjalanan hidup ini memang seperti roda berputar, ada kalanya kita di atas menikmati berbagai macam kenikmatan, ada kalanya juga kita di bawah menjalani berbagai cobaan. Kuncinya bagi orang beriman hanya dua, syukur dan sabar, maka akupun memilih bahagia.


#TantanganODOP2 #Onedayonepost #ODOPbatch5